Serba Instant
Orang Indonesia menyukai segala sesuatu yg berbau instan, mulai dari menjadi artis instan, penyanyi instan, bikin KTP instan (biar bayar mahalan dikit yang penting cepat selesai. Hal ini artinya memupuk subur lahan korupsi para pegawai kelurahan yang semua orang udah tau-padahal seharusnya image menjadi pelayan public menjadi kebanggaan, namun banyak yang baru mau bekerja setelah ada uang pelicinnya. Bukannya pemerintah sudah menggaji mereka untuk pekerjaan yang mereka lakukan?!); proses hukum instan (orang mending bayar mahal krn gak pake helm daripada ikut sidang; udah gitu ngedumel dibelakang bilang polisinya yg cari duit padahal helm dipake bukan kalo ada polisi tapi untuk keselamatan diri.-orang Indonesia masih belum banyak ngerti esensi kenapa suatu hukum atau peraturan diberlakukan-yang banyak bisanya cuma protes mulu tanpa solusi yg berarti-namanya juga anak baru gede! Itu baru dari kalangan rakyat bisaa; dari kalangan kelas kakap banyak yang lolos hukuman krn bisa menebus kesalahannya lewat selembar cek. Kalau sudah begitu kesalahan apapun akan termaafkan dimata hukum, sekarang yang dilihat adalah besar rupiahnya bukan lagi benar salahnya, toh benar salah bisa di sesuaikan dengan kebutuhan?!).
sampe makanan instan seperti mie instan yg sering dan digemari anak2 padahal nilai gizinya rendah dan bahan pengawet dan penyedapnya gak bagus buat kesehatan kalo terlalu banyak dikonsumsi; makanan sepat saji instan yg tinggi kalori dan lemak, rendah gizi juga menjadi makanan popular. Sampe2 ada juga bikin ijasah instan yang penting sanggup membayar seperti yang diminta. Kalo ijasah aja udah dibikin instan tanpa melewati proses pembelajaran yang justru merupakan inti dari bersekolah atau kuliah, maka apa yang bisa diharapkan dari orang seperti ini?! Bagaimana kalo yang seperti ini terjadi justru oleh seorang pemimpin (beberapa saat yang lalu berita di tv menyebutkan bahwa ada kepala daerah yang di demo warganya krn ijasah palsu).bagaimana nasib warga dan daerahnya jika pemimpinnya saja seorang tukang palsu?
Mari jalani dan nikmati proses kehidupan ini. Kehidupan adalah rangkaian ‘proses’ dan perjalanan ( a journey). Gak asyik kan kalo manusia lahir ke dunia lalu langsung mau ke endingnya aja?!
7 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- May 2009 (2)
- April 2009 (4)
- March 2009 (2)
- February 2009 (10)
- January 2009 (1)
- December 2008 (2)
- May 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS







as. wb… sbelumnya saya berterima kasih atas kunjungan di blog saya,, saya suka sains dengan kompilasi islam,,, manusia adalah makhlk sempurna yang ada dan tercipta d muka bumi, segala potensi ada dan akan lahir jika d asah,baik potensi baik dan buruk,, fitrah manusia adalah refleksi sifat Tuhan, namun kebanyakan manusia tidak menyadarinya,,, marilah membangun islam dalam diri dan dunia…
salam silaturahmi ya…
wass. wb.. i love science 2. More we study, more we know that we are nothing in the very big of the universe. And, more we believe how amazing God created and how small we are as human.
WAH-WAH unik bgt artikelnya. saya jadi inget bukunya Alan Woods dan Ted Grant (Reason in Revolt) ttg bagaimana ilmu pasti termasuk yg anda jelaskan diatas mampui menjelaskan kejadian-kejadian sosial. TOP! trims uda berkunjung di blog saya, salam kenal, V3
saya senang dengan psikologi walaupun sebenarnya bidang saya adalah science. Dunia ini kan saling terkait satu sama lain, dan kebenaran atau hukum alam seharusnya dapat menjelaskan apapun fenomena kehidupannya.
baguS BUAT TAMBAH WAWASAN,BU AINY FOTONYA DI PAJANG NIH CANTIK YA, MAU GA YA SAMA AKU
Thanx, Batu..
Btw, apa nama kamu Batu? atau Kamu berasal dari kota Batu, Malang? What’s u’r real name?
Thanx 4 visit, read and give comment 2 my blog.
Nice 2 know you, Batu.
nur my blogger : renungan-blog…………. from onche…..