Medical Treatment ala Luar Negeri
Kesehatan menjadi topic yang tidak pernah basi sampai kapanpun. Karena yang namanya sehat adalah utama. Orang rela membayar berapapun untuk mendapatkan kembali kesehatannya, mencapai kondisi primanya. Topic kesehatan punya pasarnya sendiri, terutama orang sakit dan manula, tak terkecuali eksekutif muda berduit yang menim science. Terapi kesehatan (medical treatment) mulai di lirik banyak kalangan dan mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini polusi begitu tinggi, orang mudah kena stress, pola hidup dan makan yang tidak sehat yang sangat rentan manimbulkan berbagai gangguan pada system fisiologis tubuh. Maka, tidak heran jika saat ini produk kesehatan begitu laris di pasaran. Siapa sich yang tidak ingin sehat???…
Saat ini banyak sekali jenis terapi kesehatan dengan menggunakan beragam media sebagai jalur pengobatannya mulai marak bermunculan di Indonesia. Beragamnya pilihan menjadikan banyaknya alternatif bagi masyarakat untuk menentukan pilihan jenis terapi kesehatan yang dapat digunakannya sesuai kebutuhan, dan sesuai kocek tentunya.
Tapi, yang namanya kocek bisa diusahakan kalo produknya sudah melekat dihati calon pasien. Tinggal kelihaian pihak penjual untuk memberikan berbagai kelebihan produk, walau kadang tanpa atau minim pengetahuan tentang kelemahan dan hal seputar pengetahuan ilmiah dasar produk. Kadang bidang sales atau marketing bukan orang berlatar belakang science yang hanya melihat produk dari keuntungannya saja, atau seolah melihatnya mejadi seperti benda ajaib yang dapat menyembuhkan orang tanpa terlalu tahu atau perduli dengan latar belakang science dibelakangnya. Produk ini mungkin sangat menarik bagi masyarakat pada umumnya, seperti halnya bubuk mesiu dan korek api menarik warga Inggris di zaman King Arthur dengan penyihir terkenalnya Merlin. Read more »
EKOLOGI HEWAN
Rangkuman MK Ekologi hewan
- Kajian ekologi hewan dapat dilakukan dalam tingkat komunitas ataupun populasi. Ekologi hewan dibagi dalam dua jenis kajian, yaitu ekologi komunitas dan ekologi populasi. Ekologi komunitas (synecology) mempelajari distribusi hewan di berbagai daerah, komposisi jenis serta perkembangan dan suksesi hewan di suatu daerah. Ekologi populasi (autecology) mempelajari mengenai perilaku pertumbuhan, struktur, pengaturan dan dinamika serta perkembangan populasi.
- Interaksi dalam ekosistem ada 3 macam,yaitu: (1). Aksi yaitu interaksi organism dengan lingkungannya yang menentukan hidup matinya suatu organism, cth interaksi tumbuhan dengan cahaya matahari yang berperan vital dalam proses fotosintesis, jika tidak ada cahaya matahari tanaman tidak dapat berfotosintesis, dan jika berkelanjutan dapat menyebabkan tumbuhan layu bahkan mati. (2). Reaksi yaitu hubungan timbale balik antara organism dengan lingkungannya. Contohnya hubungan reaksi timbale balik antara naungan pohon dengan terbentuknya humus. Semakin rimbun naungan, humus yang terbentuk semakin tebal. (3). Koaksi, yaitu interaksi timbale balik antara organism dengan organism yang lain, contohnya tikus yang dimangsa oleh elang.
- Interaksi dalam komunitas antara lain simbiosis mutualisme (keduanya memperoleh keuntungan, contoh lebah dan bunga; lebah memperoleh madu dan bunga dibantu proses penyerbukannya), simbiosis komensialisme (satu untung dan satu tidak rugi, contoh anggrek dan pohon tempat anggrek hidup. Anggrek mendapat untung mendapat cahaya matahari krn menumpang di batang pohon yang tinggi, sedangkan pohon tidak dirugikan), simbiosis parasitisme (satu untung, satu rugi, contohnya benalu dan phon jambu), predasi (ada yang memakan yaitu predator, dan ada yang dimakan yaitu mangsa. Contohnya harimau dan kijang).
- Komponen-komponen ekosistem terdiri dari factor biotic dan fator abiotik. Factor biotic terdiri dari produsen, konsumen dan pengurai. Factor abiotik terdiri dari berbagai lingkungan fisik seperti suhu, kelembapan, pH, salinitas, kadar oksigen, dll
- Produsen adalah organism yang dapat menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof). ciri produsen biasanya memiliki klorofil (zat hijau daun) yang berfungsi menangkap energy cahaya matahari untuk dikonversi menjadi zat makanan, yang dienal dengan proses fotosintesis. Produsen di darat adalah tumbuhan hijau, sedangkan produsen di perairan adalah fitoplakton dan alga.
- Konsumen terdiri dari pemakan tumbuhan (herbivore), pemakan daging (karnivora), pemakan tumbuhan dan hewan (omnivore). Semua hewan adalah konsumen karena tidak dapat menghasilkan makanan sendiri (heterotrof).

- Decomposer adalah organism yang memperoleh energy dari menguraikan hewan atau tumbuhan yang telah mati. Yang termasuk decomposer adalah bakteri dan jamur saprofit.
- Perbedaan parasit dan parasitoid adalah dampak yang diakibatan terhadap inangnya. Parasit memerlukan inangnya secara terus Read more »
-
Archives
- July 2010 (2)
- May 2009 (2)
- April 2009 (4)
- March 2009 (2)
- February 2009 (10)
- January 2009 (1)
- December 2008 (2)
- May 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS






