Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Benarkah Indonesia Negara Kaya? (Part 2)

Gunung Semeru

Gunung Semeru

Indonesia kaya akan kekayaan alamnya, kaya akan keanekaragaman hayati flora dan fauna, yang terrestrial maupun yang akuatik. Namun, ketidaksadaran akan adanya potensi ini menyebabkan penelantaran dan penyia-nyiaan sumber daya alam yang ada. Yang terjadi saat bangsa lain melihat potensi ini, maka mereka lah yang mencoba mengeksplore dan memanfaatkannya, menelitinya dan membawa ke negaranya, sedangkan bangsa kita yang tidak tahu apa2 harus membayar mahal atas produk yang mereka buat yang bahan2nya justru berasal dari Negara ini. Sungguh ironis.

Desa Ranu Pane

Desa Ranu Pane

Di tempat saya KKN dulu, Desa Ranu Pane, di lereng Gunung Semeru Kabupaten Lumajang terjadi hal yang sangat menyedihkan. Sore itu beberapa truk ukuran besar datang ke Desa. Kata penduduk desa hal ini sudah bisaa satiap akhir pekan. Beberapa penduduk ikut bekerja sebagai buruh panggul. Penasaran dengan apa yang mereka lakukan, saya bertanya lebih lanjut mengenai aktivitas yang mereka lakukan bersama truk-truknya. Kata seorang bapak mengatakan bahwa mereka disuruh mencari jenis tanaman tertentu dari gunung untuk di bawa ke kota. “Cuma suket (tanaman sejenis rumput-rumputan), kok dek”. Saya pikir” oh, kalau Cuma rumput liar ya gak masakah lah”. Ternyata, beberapa waktu kemudian kami baru sadar setelah mendapat penjelasan dari Dosen kami Bpk. Bagyo yanuwiyadi (saya selalu mengingat beliau sebagai dosen gaul, ramah baik hati dan paling peduli dengan lingkungan) bahwa ternyata yang orang-orang kota angkut dengan truk-truk mereka itu adalah sejenis tanaman obat yang akan dijual ke pabrik farmasi. Tapi masyarakat lokal hanya tahu mereka diminta mengambil tanaman-tanaman yang tak berguna-karena kurangnya pengetahuan. Tanaman-tanaman obat tadi setelah menjadi obat dan dijual dipasaran harganya akan melambung tinggi, dan masyarakat local pemilik sumber daya sama sekali tidak diuntungkan, mereka hanya dihargai sebagai buruh panggul. Mereka tidak menyadari kekayaan alam yang ada di desa mereka, yang seharusnya bisa menjadi tambang emas bagi mereka, yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya-yang makanan termewahnya ikan asin dan tempe, dan bisa untuk menyekolahkan anak-anak mereka yang kebanyakan putus sekolah diusia SD karena ketiadaan biaya. Sungguh fenomena yang sangat menyedihkan. Sang tuan rumah pemilik kekayaan hanya bisa bilang “monggo, silakan diambil kekayaan kami seberapapun yang Anda mau asal bayar upah panggul kami”. Saat itu aku baru menyadari betapa pentingnya pengetahuan, karena tanpa pengetahuan manusia akan mudah diperdaya oleh manusia lainnya.

February 14, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: