Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Pemilu

Pemilu 2009

Pemilu 2009

Sebentar lagi Pemilu (Pemilihan Umum) 2009, semua stasiun televise sampai perbincangan ibu-ibu di pasar adalah tentang Pemilu. Memang mencari seorang pemimpin ga gampang dan harus benar-benar selektif, kerena salah pilih bisa berakibat fatal bagi nasib banyak manusia yang dipimpinnya.

Pemilu 2009

Pemilu 2009

Pemilu diharapkan bukan hanya menjadi ajang untuk mencari nama, popularitas dan kedudukan saja. Banyaknya partai politik peserta Pemilu dan melimpahnya Caleg (Calon Legislaif) selain menyiarkan kebebasan demokrasi, juga menjadi sarana untuk mendapatkan berbagai keuntungan sampingan yang menyertainya.

Diharapkan visi, misi dan seribu janji manis Caleg siapapun orangnya yang terpilih nantinya akan benar-benar istiqomah menepati janjinya. Jangan hanya manis di muka dan menikam di belakang hari. Jangan jadikan janji sebagai harga jual untuk mencapai keinginan. Masyarakat tidak butuh janji sebab semua orang menginginkan kebaikan, namun masyarakat butuh kepastian perhatian yang benar-benar tulus dan membela hak-hak rakyat.

Dana kampanye yang besar dari pemerintah untuk setiap partai hendaknya benar-benar berguna, bukan hanya untuk tujuan sesaat semata. Dana kampanye bukan jumlah yang sedikit, dana untuk masing-masing partai yang jumlahnya milyaran untuk tiap partai (tinggal dikalikan berapa partai yang ikut pemilu); dana untuk pembuatan surat suara yang memakan banyak kertas yang artinya menebang lebih banyak pohon di hutan (semoga pohonnya ditanam lagi, klu engga berarti pemilu memberi kontribusi bagi global warming!); dana untuk kotak suara yang sekali pakai (bukan inventaris untuk pemilu 5 tahun mendatang padahal bahannya lumayan bagus dan awet untuk dipakai 5 tahun mendatang, untuk efisiensi pengeluaran kas negara!); dan berbagai dana lainnya untuk menyukseskan pemilu 2009.

Bukankah rasanya tidak adil jika masih ada seorang nenek tua renta yang merintih di malam hari kerena kelaparan, atau seorang ibu yang menyayat hatinya kerena tidak tau tahu mau memberi makan apa untuk anak-anaknya, atau seorang tua yang bingung memikirkan biaya rumah sakit yang tidak dapat dijangkaunya hanya untuk mendapatkan kesehatan yang layak, atau anak Indonesia yang harus putus sekolah hanya lantaran ia atau orangtuanya tidak mampu menjangkau biaya pendidikan yang semakin tinggi – sementara ada uang rakyat yang digunakan berlebih-lebihan untuk dana kampanye?? Di bumi Indonesia ini masih banyak orang yang membutuhkan lebih banyak bantuan, yang lebih layak untuk dibantu.

Media sebagai sarana jendela politik Indonesia diharapkan menampilkan wajah yang sebenarnya, bukan wajah yang sengaja ingin ditampilkan untuk membuat opini masyarakat mendukung salah satu parpol agar mendapat dukungan dan memenangkan pemilu. Media hendaknya menjadi pihak yang netral, artinya memberikan pemberitaan yang tidak memihak salah satu parpol agar masyarakat bisa membaca keadaan sebenarnya yang sedang mereka hadapi, bukan keadaan yang memang ingin ditampilkan dengan tujuan tertentu.

Semoga ada pemerataan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga tidak hanya populasi 5% dari rakyat Indonesia yang dapat menikmati indahnya Indonesia dan menikmati fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak. Namun, 95% mayoritas penduduk Indonesia lainnya juga layak diberi kesempatan untuk bisa menikmati setidaknya standar kehidupan minimal yang layak bagi manusia.

Semoga Pemilu 2009 membawa hasil yang baik, mendapatkan pemimpin yang amanah dan istiqomah memajukan bangsa Indonesia, bukan hanya dari segi kuantitas, tapi lebih kepada kualitas bangsa yang bermartabat.

April 6, 2009 - Posted by | Uncategorized

1 Comment »

  1. Apakah benar Antasari Ashar sebagai otak intelektual dalam pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen?

    Inilah misteri yang akan dijawab di pengadilan kelak :

    1. Antasari merupakan orang yang mengerti hukum, mengapa Antasari harus melibatkan banyak pelaku dan saksi. Eksekusi korbanpun dilakukan ditempat umum yang sudah tentu berpotensi melibatkan saksi yang banyak. Besar kemungkinan ada pihak lain yang sengaja merancang eksekusi dilaksanakan ditempat terbuka agar bisa menciptakan saksi-saksi yang diinginkan pembuat scenario. Pembuat Skenario tidak menginginkan pembunuhan dilakukan dengan cara menghilangkan korban tanpa jejak misalnya dengan menenggelamkan dilaut yang sudah tentu akan menghilangkan barang bukti.

    2. Kejaksaan Agung dengan sangat sigap dan cepat mengumumkan Antasari di cekal bahkan saat itu juga mengumumkan Antasari sebagai tersangka padahal penyidik dari Polda Metro Jaya masih mengumumkan Antasari sebagai saksi.

    3. Beberapa saat setelah diperiksa sebagai saksi, Polda Metro Jaya langsung mengumumkan Antasari Ashar sebagai tersangka dan langsung menahan Antasari Ashar. Dalam proses penahanan oleh Polda Metro Jaya, Pengacara Antasari menilai pihak Polda masih sumir menjelaskan bukti – bukti awal keterlibatan Antasari Ashar yang diduga sebagai otak intelktual pembunuhan Nasruddin.

    4. Keterlibatan Antasari dikaitkan dengan SMS yang pernah dikirim Antasari ke Nasruddin, apakah se bodoh dan seceroboh itu Antasari mengirim SMS ancaman pembunuhan. Antasari pasti mengerti satu kata SMS yang keluar dari HP-nya dapat dilacak dan terekam secara aman, karena KPK lebih canggih dalam hal ini.

    5. Selama ditahan di Polda Metro Jaya, keadaan Antasari dibuka ke public dengan tampilan berpakain tahanan dan bersandal jepit. Mengapa pejabat-pejabat dan orang penting lainnya yang ditahan selama ini tidak diperlakukan seperti ini ?

    6. Rencana pembunuhan terhadap terhadap Antasari ternyata telah di lakukan sejak lama, informasi ini diungkap oleh paranormal Ki Lalang Siguntang.

    Comment by oNChe | May 21, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: