Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Mengapa Transformasi Ilmu Pengartahuan Begitu Lemot di Indonesia?

Pesawat Ulang Alik Hasil Pengembangan Iptek

Pesawat Ulang Alik Hasil Pengembangan Iptek

Sekolah yang dijalani sebagian besar anak-anak Indonesia sekitar 12 tahun (SD, SMP,SMA) sebelum kuliah untuk penjurusan keahlian dan bidang minat. Selama 12 tahun, banyak ilmu yang dirasa mubazir karena perannya yang signifikan. Contohnya ada anak yang tidak interest belajar IPS, karena ia lebih menyukai math di SMP. Tapi, selama 3 tahun anak tadi terus saja dijejali IPS, bukankah hanya buang-buang waktu. Memang IPS penting sebagai pengetahuan dasar (mungkin bisa diberikan cukup satu kali di semester awal untuk pengetahuan dasar, dan bidang IPS yang lebih detil bisa berupa mata pelajaran pilihan), namun ketidakinterestan akan membuat anak tidak bisa menyerap maksimal pelajaran. Ia hanya akan belajar jika besok ada ulangan, hanya hafal satu hari setelah itu ia melupakannya karena system RAS (Reticular Activating System) di otaknya mengatakan itu tidak cukup penting untuk hidupnya sehingga bisa dieliminir dari memory. Hanya buang-buang waktu dihidupnya yang seharusnya anak tsb bisa melakukan hal yang berguna berkaitan dengan interestnya.

Jika sejak kecil anak sudah mengetahui bidang interestnya di Math misalnya, maka sekolah memfasilitasi dengan belajar KUMON, pengayaan Math, Studi lapang (yang biasanya hanya dilakukan di tingkat kuliah).  Jika anak interest dengan IPA ia bisa melakukan penelitian-penelitian sehubungan dengan bab yang sedang dipelejarinya untuk menambah pemahamannya, dan mengembangkan idenya sendiri untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Pemikiran ini baru dilakukan di tingkat kuliah, padahal tidak menutup kemungkinan anak usia SMP bisa melakukannya asal diberikan bimbingan yang sesuai.  Seorang siswa saya kelas 4 SD di  tes dengan pelajaran anak kelas 8 dan 9, ternyata ia bisa memahaminya. Ada lagi siswa anak kelas 7 yang di tes dengan pelajaran kelas 11 dan 12, ternyata juga bisa mengikuti dan memahami. Kuncinya untuk IPA, punya basic perhitungan dasar Math yang bagus, setelah itu konsep dan pemahaman cukup diberikan penjelasan saja bisa dipahami.

Sungguh kurikulum di Indonesia terlalu kompleks karena harus mempelajari terlalu banyak mata pelajaran dan kesemuanya diwajibkan!!!  Pelajaran Agama, Bahasa Indonesia, English, Math mungkin menjadi mata pelajaran wajib, yang lain cukup diajarkan diawal sebagai pengetahuan dasar, selebihnya jika memiliki interest bisa mengambil mata pelajaran yang diinginkannya, sehingga belajar lebih hidup karena diberi ruang untuk mengaktualisasikan diri.

Efeknya akan lebih positif, karena setiap siswa sebenarnya sedang mencari jati dirinya. Sekolah sebenarnya berperan sebagai pihak yang membantu siswa memahami diri siswa dan menjadi fasilitator dalam transfer iptek. Jika siswa lebih cepat menemukan jati dirinya maka ia akan lebih cepat berbuat sesuatu yang positif dalam mengembangkan bidang keinterestannya.

May 4, 2009 - Posted by | Uncategorized

5 Comments »

  1. Kalo Menurut ku Ilmu Pengartahuan memang Lemot di Indonesia Kecuali Ilmu Pengetahuan …… He he he he he

    Comment by oNChe | May 4, 2009 | Reply

    • Ilmu pengetahuan di Indonesia sebenarnya bisa berkembang dan menghasilkan hasil iptek yang lebih tepat guna. masalahnya, seberapa besar komitmen pemerintah untuk mengembangkan iptek di Indonesia. Any idea supaya perkembangan Iptek di Indonesia tidak lemot lagi???? what can we do as Indonesia citizen?

      Comment by nursarifahainy | May 8, 2009 | Reply

  2. wah, jadi pada intinya adalah mengenali apa yang diinginkan anak yup?

    jadi ingat kemarin waktu sibuk pilih pilih jurusan yang diinginkan ketika mau ikut SPMB. memilih memang bukan sesuatu yang mudah.

    oya, salam kenal bu guru.

    Comment by yanuar | July 9, 2009 | Reply

    • salam kenal juga Yanuar,

      jadi pilih jurusan apa neech? masuk universitas mana?
      aku punya pertanyaan buat km Yan,…kira-kira sebagai pelajar apa yang diinginkan dan diharapkannya pada gurunya?…

      thanx 4 comin’ 2 my blog.
      km punya blog yang bisa saya kunjungi??

      Comment by nursarifahainy | August 3, 2009 | Reply

  3. assalamu’alaykum wrwb,
    salam kenal ainy, once dan yanuar. aku sih setuju kalo pelajaran dasar gak usah over, di SD itu ditanamkan dasar2nya secara baik dan tentunya aplikatif, baik pelajaran agama, bahasa, maupun matematika. di SMP sudah mulai tuh pemilihan minat. jadi lulus SMA udah lumayan expert di bidang yang diminati tersebut. tapi tetep aja program seperti ini tidak mungkin dilakukan secara umum seluruh indonesia,karna berkaitan dengan sistem pendidikan yang ada dan perbaharuan yang sangat panjang. mungkin solusinya adalah pendirian lembaga pendidikan swasta yang komperehensif seperti diatas tadi dari SD s.d SMA bahkan perguruan tinggi.. (tapi bgm statusnya…)
    sorry commentnya kepanjangan ya
    wallahu a’lam

    Comment by faishal | September 29, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: