Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Tanggul Sungai atau Vegetasi Riparian, Pilih mana?

Sungai memiliki aliran yang kadang debitnya sedang, kecil (kalo kemarau), dan deras (kalo musim penghujan). Saat debit air besar bisa berpotensi untsungai2uk banjir di daerah hilir, contohnya debit air di Bogor dan Depok yang meningkat bisa menjadi indikasi akan terjadi banjir di Jakarta. Untuk menghindari meluapnya air ke jalan dan pemukiman, maka dibuatlah tanggul sungai di sepanjang tepi sungai. Tanggul sungai ini dapat meminimalisir efek meluapnya air, namun keberadaanya perlu selalu diperbaiki berkelanjutan. Yang pastinya memerlukan upaya pemeliharaan dengan biaya yang tidak sedikit. Padalah zaman dulu gak ada tanggul sungai dan juga tidak terjadi banjir, kecuali ptanggul jeboleriode hujan yang sangat deras dan lama. Sekarang, baru hujan sebentar saja sudah menyebabkan banjir. Sebenarnya ada yang murah, dan tidak memerlukan upaya pemeliharaan yang rumit dan memerlukan biaya besar. Caranya adalah tanam saja pohon yang memang semestinya ada di tepi sungai untuk menjaga keutuhan tebing sungai dan mengurangi terjadinya banjir. Namun, masalahnya sekarang manusia di Jakarta udah overload, sehingga tanah yang seharusnya menjalankan peran ekologisnya dicaplok juga untuk dibuat lahan parkir, pemukiman sampai gedung perkantoran.

Kalo ada bencana banjir di Jakarta, bukan sepenuhnya salah alam atau menyalahkan musim hujan. Mungkin kita sendirilah yang turut menyebabkan terjadinya banjir. Bangunan liar ditepi sungai dapat merubah keseimbangan ekosistem sungai. Jika ekosistem tidak seimbang, maka pasti akan ada dampaknya. Hukum sebab akibat. Banjir adalah salah satu akibatnya. Jika saja vegetasi riparian (tumbuhan tepi sungai) tetap memperoleh haknya untuk berperan mereduksi banjir, maka manusia-manusia Jakarta juga akan memperoleh haknya untuk hidup tanpa banjir di musim penghujan. Sekarang tinggal kita memilih mau hidup dengan cara bagaimana?

Bukan berarti tanggul sungai itu tidak baik, namun untuk jangka panjang, vegetasi riparian  atau  pohon akan memberikan dampak yang semakin baik setiap tahunnya. Karena, sistem perakaran pohon semakin kuat menghunjam tanah sehingga mampu menyerap dan mempertahan kan air tanah lebih baik dan semakin baik setiap tahunnya. Lain halnya dengan tanggul sungai dari beton yang memerlukan perbaikan tiap tahunnya, terutama setelah periode debit air yang besar yang merusak susunan beton tanggul sungai. Pohon memiliki kemampuan secara alami untuk menyerap air hujan, sedangkan beton tidak memiliki kemampuan demikian. Jika air hujan tidak diserap pohon maka ia akan trus mengalir sesuai hukum fisika, mengalir ke arah yang lebih rendah, dan itu bisa berarti pemukiman maupun jalan raya yang berada disekitarnya. Maka, terjadilah banjir.

Mari masyarakat dan pemerintah bekerjasama menanggulangi akar masalah dari banjir, bukan Cuma mengatasi korban banjir saja. Jika tatanan hidup baik, maka baiklah pula hidup kita. Jika ekosistem diberikan haknya untuk hidup dan memberikan pelayanannya pada manusia, maka manusiapun akan berbahagia hidup selaras dengan alam.

January 4, 2013 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: