Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Vegetasi riparian

Vegetasi riparian mungkin terdengar seperti istilah baru. Vegetasi riparian atau tumbuhan di tepi sungai/danau memiliki banyak peran bagi manusia, hewan dan ekosistem. Definisi lengkapnya adalah sebagai berikut. Vegetasi riparian adalah tumbuhan yang tumbuh di kanan kiri sungai/danau yang menyediakan habitat bagi kehidupan liar dan berperriparian zonean memelihara kesehatan daerah tangkapan air (Decamps et al. 2004; Sabo et al. 2005; Bragdon 2008).  Vegetasi riparian memiliki ciri morfologi, fisiologi, dan reproduksi yang beradaptasi dengan lingkungan basah.  Banyak tumbuhan riparian yang mampu beradaptasi terhadap banjir, pengendapan, abrasi fisik, dan patahnya batang akibat banjir (Naiman et al. 2005).amazon river

Fungsi ekologis vegetasi riparian adalah sebagai penunjang kestabilan ekosistem karena berperan dalam siklus karbon, oksigen, nitrogen dan siklus air (Bates 1961).  Vegetasi riparian juga  dapat menjadi habitat bagi banyak hewan seperti rusa, kambing, monyet, ular, bangau, cangak, pecuk ular, bebek, kuntul, raja udang, dan belibis, biawak, labi-labi, berang-berang, dan buaya.  Selain itu,  vegetasi riparian dapat berfungsi sebagai media pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (MacKinnon 1986).  Fungsi penting lain keberadaan vegetasi riparian antara lain sebagai pengontrol erosi dengan sistem perakarannya yang kuat, mengurangi endapan dan mereduksi polutan yang masuk ke perairan (Bates 1961; Waryono 2002; WSROC 2004). Fungsi lainnya sebagai peredam stress akibat banjir, sedimentasi, perubahan temperatur dan kekeringan (Jakalaniemi dkk. 2004).  Vegetasi riparian juga berperan dalam menjaga kualitas air, sumber bahan obat-obatan, pangan dan papan (Bates 1961; Siahaan 2004), serta menjadi salah satu indikator kualitas lingkungan dan berperan sebagai jalur hijau yang menahan keutuhan tebing sungai (Mulyadi 2001).

Vegetasi riparian di Indonesia hanya bagus di daerah hulu saja. Biasanya semain ke arah hilir, kondisi vegetasi riparian semakin berkurang hingga habis digantikan trotoar, lahan parkir, tempat tinggal dan gedung perkantoran. Kurangnya perhatian dan terjadinya perubahan pemanfaatan daerah riparian menyebabkan hilangnya kemampuan riparian menahan aliran sungai, dan akibatnya terjadi banjir di hilir, serta punahnya jumlah dan jenis keanekaragaman hayati riparian maupun perairan. Vegetasi riparian ini bisa berfungsi mencegah banjir, karena akar pepohonan akan menyerap air dan tumbuhan sendirikan berfungsi sebagai bank air hidup. Perkembangan kota dan meningkatnya kebutuhan ekonomi manusia membuat peran ekologis dari vegetasi riparian semakin tersisih. Jangan heran jika Jakarta sering banjir. Bagaimana tidak sering banjir, jika si pencegah banjir (vegetasi riparian) keberadaanya tidak dipedulikan dan bahkan dimusnahkan demi kepentingan sebagian orang. Padalah dampak dan kerugian banjir dirasakan oleh masyarakat luas, dan pemerintahpun pada akhirnya harus merogoh kocek dalam untuk membantu dampak banjir. Yang jelas dampak banjir secara ekonomis akan lebih besar dibanding dengan keuntungan sesaat yang diperoleh saat ini karena alih fungsi riparian untuk keperluan ekonomis.

Sudah saatnya si pencegah banjir, yaitu vegetasi riparian dikembalikan fungsinya seperti semula. Sudah saatnya menegakkan peraturan pemerintah mengenai lebafr riparian minimal yang difungsikan secara ekologis (daerah hijau, bebas pemukiman atau bangunan apapun) dari tepi sungai. Menurut No.63 Tahun 1993, batas riparian minimal adalah 10 m. Batas minimal ini saja masih sering dilanggar dengan banyaknya pemukiman kumuh di tepi sungai di jakarta. Lebar riparian dapat bervariasi tergantung daerah, lebar sungai dan tujuan yang ingin dicapai. Semakin lebar riparian maka semakin banyak layanan riparian yang dapat diberikan. Layanan yang dapat diberikan oleh riparian berdasarkan lebarnya adalah sebagai berikut.

Lebar riparian 15 m   = stabilisasi tepi sungai

Lebar riparian 25 m   = habitat yang baik bagi ikan

Lebar riparian 50 m   = kontrol terhadap sedimen

Lebar riparian 65 m   = kontrol terhadap banjir

Lebar riparian 100 m = habitat yang baik bagi kehidupan liar

Yuks, mulai sekarang kita mulai peduli sungai, mulai menanam pohon di tepi sungai, dan untuk para kontraktor yang akan membangun rumah atau gedung hendaknya mengikuti benar AMDALnya, bukan Cuma mau ijinnya keluar saja dan mengabaikan pemeliharaan tumbuhan sungai yang memang semestinya ada di tepi sungai. Kalo di luar negeri, warga yang tetap memelihara halamannya yang berada di tepi sungai untuk tetap ditumbuhi pohon-pohon, pemerintah disana membayar si pemilik tanah tsb atas sumbangan oksigen dan terjaganya kualitas air dan ekosistem karena ikut menyukseskan program pemerintah. Andai saja di Indonesia pemerintahnya juga mengapreciate warga yang ikut berpartisipasi menjaga sungai, wah bakalan banyak yang mau ikut serta tuch?!

January 4, 2013 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: