Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ujian Nasional (UN) dengan 20 Tipe Soal

Ketakutan kemendikbud akan terjadinya contek mencontek membuatujian diperbaharuinya tipe soal untuk UN, dimana tahun 2012 ada 5 tipe soal menjadi 20 tipe soal pada tahun 2013. Dalam satu kelas pada UN terdapat 20 siswa. Jika ada 20 tipe soal, artinya tiap anak di kelas tsb mendapat soal yang berbeda-beda. (Atau dengan kata lain, tidak ada anak yang mendapat soal yang sama dalam satu ruangan ujian).

Apakah beragamnya tipe soal akan menjamin tidak adanya tindak kecurangan dan contek mencontek?(maksudnya untuk meminimalisir tindak kecurangan, tapi apa iya efektif???). Pemerintah bermaksud bisa memetakan kemampuan siswa di seluruh Indonesia. Tapi kalo petanya palsu, dimana petanya bisa dipesan seperti yang diinginkan walau yang yang memesan tidak mengetahuinya, buat apa ada UN???

Skala mengetahui tingkat pemahaman atas suatu materi pelajaran memang dengan tes/ujian. Tapi, kalo ada harapan yang terlalu muluk tanpa disertai kesiapan yang memadai dari sekolah, guru dan murid, maka untuk memenuhi harapan tsb orang bisa memilih untuk menyenangkan orang lain (walau bohong) agar seolah tujuan dan harapan yang diinginkan tercapai. Ada hal penting yang dilupakan, yaitu mendidik siswa untuk tidak jujur, mendidik bahwa tujuanmu bisa tercapai walau dengan cara yang tidak baik. Karena pemerintah memaksakan harapannya dengan tidak melihat keadaan di lapangan, bisa jadi sekolah yang tidak siap juga bisa memaksakan keinginannya untuk lulus (walau dengan cara yang salah).

Mutu pendidikan Indonesia memang perlu ditingkatkan, tapi cara dan skalanya perlu fleksibel. Jika ingin naiknya nilai siswa/i grafiknya terus linier naik, ya upaya pemerintah perlu maksimal. Pemerintah perlu memastikan sampai ke lini bawah bahwa siswa mendapatkan pengajaran yang benar, guru mendapat pelatihan dan kesejahteraan yang layak (bukan gaji dibawah gaji buruh yang artinya gaji jauh di bawah UMR), sekolah memfasilitasi dengan baik. Banyak hal yang dilaporkan atau yang diberitakan tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. (you know what money can buy?). Mungkin sesekali pak menteri pendidikan perlu juga blusukan kaya’ Jokowi, biar bener ketahuan apa masalah dan kendala di lapangan yang sebenarnya, agar saat membuat keputusan tidak sepihak, agar dana pendidikan tepat sasaran (Bukan malah salah alamat; Biaya pendidikan kan dari uang rakyat juga, jadi rakyat berhak tahu secara terbuka kemana dan bagaimana diterapkan di lapangan, agar tidak ada lagi pembodohan dan saling membodohi), dan agar mutu pendidikan Indonesia benar-benar maju, bukan seolah-olah maju.

Dengan harapan yang tak pernah putus, semoga pendidikan Indonesia bisa benar-benar membaik kedepannya…..

January 12, 2013 - Posted by | Uncategorized

1 Comment »

  1. mangstab gan😀

    Comment by nursarifahainy | January 12, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: