Nursarifahainy’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Medical Treatment ala Luar Negeri

Kesehatan menjadi topic yang tidak pernah basi sampai kapanpun. Karena yang namanya sehat adalah utama. Orang rela membayar berapapun untuk mendapatkan kembali kesehatannya, mencapai kondisi primanya. Topic kesehatan punya pasarnya sendiri, terutama orang sakit dan manula, tak terkecuali eksekutif muda berduit yang menim science. Terapi kesehatan (medical treatment) mulai di lirik banyak kalangan dan mulai mendapatkan tempatnya di hati masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini polusi begitu tinggi, orang mudah kena stress, pola hidup dan makan yang tidak sehat yang sangat rentan manimbulkan berbagai gangguan pada system fisiologis tubuh. Maka, tidak heran jika saat ini produk kesehatan begitu laris di pasaran. Siapa sich yang tidak ingin sehat???…

Saat ini banyak sekali jenis terapi kesehatan dengan menggunakan beragam media sebagai jalur pengobatannya mulai marak bermunculan di Indonesia. Beragamnya pilihan menjadikan banyaknya alternatif  bagi masyarakat untuk menentukan pilihan jenis terapi kesehatan yang dapat digunakannya sesuai kebutuhan, dan sesuai kocek tentunya. Tapi, yang namanya kocek bisa diusahakan kalo produknya sudah melekat dihati calon pasien. Tinggal kelihaian pihak penjual untuk memberikan berbagai kelebihan produk, walau kadang tanpa atau minim pengetahuan tentang kelemahan dan hal seputar pengetahuan ilmiah dasar produk. Kadang bidang sales atau marketing bukan orang berlatar belakang science yang hanya melihat produk dari keuntungannya saja, atau seolah melihatnya mejadi seperti benda ajaib yang dapat menyembuhkan orang tanpa terlalu tahu atau perduli dengan latar belakang science dibelakangnya. Produk ini mungkin sangat menarik bagi masyarakat pada umumnya, seperti halnya bubuk mesiu dan korek api menarik warga Inggris di zaman King Arthur dengan penyihir terkenalnya Merlin. Hal ini membawa keuntungan di kedua pihak, baik penjual dan pengguna produk medical treatment. Pertama, bagi penjual dan penggagas ide ini tentunya sumber tambang telur emas seumur hidup. Kedua, bagi pengguna akan merasa diuntungkan dengan manfaat produk dan keuntungan lain jika mendapatkan konsumen lain yang mau ikut mencoba menggunakan produk. Benarkah demikian????….

Ada beberapa hal yang jika diperhatikan dari munculnya beragam medical treatment memiliki beberapa kesamaan. Pertama, kebanyakan produk ini berasa dari luar negeri. Jenis produknya beragam mulai dari spa kesehatan, sedot lemak, rumput yang mengandung vitamin dan mineral tinggi, bahan-bahan logam dan mineral tertentu yang jika digabungkan akan menghasilkan efek kesehatan, batu yang memancarkan energy, ekstrak tanaman tertentu dan banyak jenis lainnya. Negara maju sang pemilik science sebagai pemroduksi, dan biasanya pasar mereka adalah Negara berkembang yang bisa saja bahan bakunya berasal dari Negara berkembang. Bahan baku ini diolah sedemikian rupa dan dijual kembali ke Negara tempat barang ini berada. (Indonesian people so smart, isn’t it?!). Kedua, harga produk ini terbilang mahal, umumnya untuk kalangan menengah keatas (karena menggunakan satuan dollar sehingga dikatakan mahal bagi orang Indonesia pada umumnya yang masih tergolong Negara berkembang dengan upah buruh yang sangat rendah dibandingkan Negara-negara Asia lainnya). Namun, mahal bukanlah soal, dan pangsa pasar mulai meluas tidak hanya bagi kalangan menengah keatas saja karena orang miskinpun berhak atas kesehatan bukan? Dan, jika sudah tertarik mahal bukan menjadi soal lagi. Mahal itu jika yang kita dapat tidak sesuai dengan yang kita inginkan, dan murah itu jika kita mendapat atau merasa mendapat seperti apa yang kita inginkan.

Ilmu pengetahuan (science) telah berkembang demikian pesat abad ini. Berbagai penemuan bar uterus terjadi setiap tahunnya dan berbagai inovasi terus dilakukan demi kesejahteraan dan kehidupan manusia yang lebih baik. Science seperti dua mata pedang yang perlu dikendalikan dengan bijak pemanfaatannya. Selama tujuannya untuk mensejahterakan dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi, maka science perlu terus dikembangkan. Namun, ada sisi negative dari pihak pemegang science yang masih belum banyak diketahui masyarakat, sehingga science lebih ditujukan pada fungsinya yang kedua, yaitu segi bisnis. Tidak ada yang salah dengan bisnisnya, namun yang perlu dicermati mengenai siapakah yang lebih diuntungkan dari semua ini? Produk ini biasanya mengatakan bahwa penggunanyalah yang paling diuntungkan, baik dari manfaat produk bagi diri pengguna dan keuntungan tambahan jika berhasil memasarkan dengan mendapatkan persentase. Untung yang ditawarkan lumayan, lebih dari sepuluh persen dari harga produk untuk satu orang customer, dan tinggal dikalikan jika kita mendapatkan lebih banyak customer. Logika menarik, cara untuk cepat kaya bukan??? Jika kita saja mendapat untung demikian besar, tentunya pihak pemasar harus lebih untung dari kita, dan pihak produsen juga harus lebih untung dari pemasar, dan tentunya si pemilik ide memperoleh keuntungan terbesar dari hak ciptanya atas produk yang dikembangkannya. Nothing wrong with that. Namanya penjual dapet untung ga salah donk?! Namun, pernahkah terpikir jika ada pihak-pihak yang dirugikan dari sisi produksinya, seperti buruh yang di bayar terlalu rendah, masyarakat lokal yang tidak atau kurang ikut merasakan manfaat dari diambilnya kekayaan alam mereka yang ada di bumi tanah kelahiran mereka, dsb. Satu sisi ada pihak yang sangat diuntungkan dengan science yang mereka punya, di sisi lain ada orang-orang yang menderita bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan saja kesulitan walau sudah kerja keras seumur hidupnya.) Jika ternyata yang menjadi bahan baku ternyata sangat melimpah di alam, mereka mengambilnya dengan gratis alias Cuma-Cuma, tanpa memberikan kompensasi yang setara pada alam. Eksploitasi berlebihan ataupun penanaman masal yang tidak memperhatikan ekosistem alami yang mengganggu keseimbangan alam dan memberi beragam dampak pada manusia maupun menurunnya keanekaragaman hayati. Apakah prinsip keadilan diturutsertakan dalam agenda produksi? (Whose really care as long as I get the most benefit and a lot of money?! Why I should care about another people and nature as long as I can life good enough right now?! Get benefit it’s ok, but become money builder is killing our deep hearth.)

Ada beberapa hal yang patut dicermati dalam memilih dan menggunakan produk kesehatan. Pertama, kita harus mengetahui latar belakang produk, mulai dari bahan dan manfaat. Kedua, di setiap produk kesehatan ada latar belakang science yang perlu dipahami, walau jika tidak dipahami manfaat tetap akan kita peroleh, namun memahaminya akan memberikan kita pegangan kuat ‘apakah ini produk yang tepat? Apakah saya benar-benar memerlukannya? Apakah saya pantas memberikan harga seperti yang dipasarkan? dll. Ketiga, …

Alternatif lain selain memilih produk medical treatment dari luar negeri yang tentunya akan menguntungkan sang pemprakarsanya, mengapa tidak menggunakan atau mengembangkan produk dalam negeri yang sudah terbukti manfaatnya sejak zaman nenek moyang kita. Berbagai herba Indonesia tidak kalah dengan produk dari luar negeri asal kita bisa mengemasnya dan membidik pasar bisnis yang sesuai. Beragam khasanah produk dalam negeri, seperti madu, susu, jamu, dan yoga terbaik (sholat), penghasil frekuensi terbaik (al-Quran), dan banyak jenis kearifan budaya local lainnya yang bisa digali lebih dalam sehingga kita tidak dengan serta merta copy paste semua yang berbau luar negeri. Produk local Indonesia ini tidak kalah potensial dan bermanfaat jika dilakukan pengkajian dan pengembangan lebih dalam.

July 26, 2010 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: